Lagi ngerjain skripsi eh otak melayang kemana-mana, salah satunya adalah tentang betapa banyaknya yang harus diperbaiki, kesalahan kecil tapi karena banyak yang menggunakan cara itu jadi harus memperbaiki semuanya. Mulai dari perhitungan manual di excel, penelusuran beban yang mengakibatkan kegagalan elemen, pengumpulan beban dan elemen-elemen gagal, yang semuanya masih dalam bentuk tabel-tabel excel. Setelah itu baru pemindahan tabel-tabel tersebut ke word. Klo lagi penat begini, hal yang sepertinya mudah terlihat sulit. Misalnya memindahkan tabel-tabel excel ke word, cuma copy paste, tapi karena semakin banyak elemen yang gagal maka jumlah baris dalam tabel tersebut tentu bertambah, bila jumlah baris tabel bertambah, maka jumlah halaman word tentu akan bertambah dan terjadi pergeseran halaman. Sehingga daftar tabel, daftar halaman, daftar gambar juga berubah, jadi sama dengan memperbaiki bab 6,7, daftar tabel, daftar gambar dan daftar isi. Klo udah kayak gini, rasa jenuh dan lelah bahkan kadang rasa putus asa menghampiri.
Istirahat sejenak untuk menenangkan pikiran dan meneguhkan semangat kembali, ambil air wudlu dan sholat. Bersujud dan memohon diberikan kekuatan untuk menghadapi semuanya. Menyakinkan diri sendiri bahwa ini yang terbaik dari tuhanku, Allah SWT. Bahwa ini adalah takdirnya yang harus aku jalani dengan tegar. Setelah sholat, turun ke bawah dan keluar, menengok sinar matahari, berpikir bahwa aku masih dalam terang. Melihat keadaan sekitar yang sepi dan merenung bahwa aku sudah lebih dari 13 tahun tinggal di kota binong tercinta.
Terbayang masa kecil yang lugu, yang bisa tertawa lepas, tidur dengan nyenyak kapanpun, pikiran selalu senang, dan punya banyak waktu untuk bermain. Teringat tentang rascal, dan sudut-sudut sekitar tempat tinggal, yang dulu pernah menjadi tempat bercanda, melakukan permainan-permainan konyol seperti galaxyn, batu tujuh, maling-malingan dll. Pokoknya semua tentang RASCAL.
Kadang merasa kehilangan karena di umur yang semakin dewasa maka permainan-permainan itu sudah semakin jarang dimainkan. Terakhir aku bermain seperti itu ketika duduk dikelas 2 sma. Sekarang sudah tidak pernah, bahkan teman-teman yang dulu berjumlah sekitar 20an sekarang hanya tinggal 10an. Ada yang pindah keluar kota , ada yang pinah kompleks dan ada juga yang sudah bergabung dengan genk lain. Sekarang tidak tiap hari bermain, ada juga yang setiap malam masih suka nongkrong dirumah teman tapi gak semua, dan aku termasuk yang paling jarang karena harus mengerjakan skripsi. Sekarang yang kami lakukan hanya, berkumpul, ngobrol, kadang main catur, monopoli, kartu, atau cuma gitaran setelah itu pulang. Memang tidak bermanfaat, tapi kadang hal seperti itu yang bisa jadi obat penghilang jenuh karena itu adalah fakta bahwa aku tak sendiri di dunia ini. Masih ada teman-teman yang walau dengan hanya kehadirannya tapi sudah mampu menghibur hati. Terlebih temanku yang bernama eko, okta dan opung. Mereka seumuran dan yang paling konyol, aku sering sekali dibuat tertawa terbahak-bahak bila mereka semua sedang berkumpul. Tapi gak sering juga mereka bertiga bisa kumpul bareng, karena jadwal kerja mereka gak sama.
Mereka suka membuat bunyi-bunyian aneh, atau gerak-gerakan aneh, misalnya jalan seperti (maaf) orang kusta yang dibuat-buat. Salah satu kaki mereka tekuk kedalam, kemudian tangannya seperti meminta-minta namun kesamping, dan berjalan terseok-seok seperti meyeret kaki. Pokoknya bersikap seperti orang cacat mental gitu lah. Urat malu mereka sudah putus jadi dah gak peduli dengan situasi sekitar, dan itu membuatku selalu tertawa. Atau eko terkadang dengan sengaja mencubit betis okta sambil mengeluarkan bunyi binatang, maksudnya bersikap seakan-akan ada binatang yang megigit betis okta, dan okta pasti akan loncat kemudian pasang kuda-kuda untuk bersiap lari terbirit-birit, ha..ha... ini karena okta orang yang kagetan dan kagetannya parah banget. Jadilah eko dan okta suka saling mengisengi satu sama lain. Sedangkan opung, bisa aja ngeluarin ceng2an atau nama-nama tertentu yang super aneh, seperti kecoa bunting, dinosaurus kejepit, dll yang jarang banget aku dengar, pokoknya ada-ada aja deh. Nama aslinya deni tapi karena dia pernah ngontrak dikampung maka dipanggil bopung (bocah kampung) yang kemudian menjadi opung.
Sedangkan yang lain, seperti dimas dan denis, mereka orang yang enak di ajak curhat, umurnya cuma beda setaun lebih muda dari aku, jadi mereka yang paling nyambung klo ngobrol. Yah pokoknya setiap anggota RASCAL, punya keunikan masing-masing. Belakangan, karena sudah gak kerja, jadi makin punya banyak waktu untuk bisa nongkrong bareng mereka. Dan sudah beberapa malam kita selalu makan bersama, beli ketoprak bareng-bareng sambil makan bareng, gelar karpet dijalan, serasa tuh jalan punya kita. Jadi ada semacam slogan baru, bunyinya..
"mau gemuk? nongkrong ma nak RASCAL! Tiap malem makan terus'
Beneran, pokoknya ada aja yg dimakan, paling sering sih ketopraknya bang berry, tapi kadang bakso, nasgor atau tempe mendoan. Huh.. pokoknya RASCAL the best deh.... bangga aku jadi nak RASCAL...
Istirahat sejenak untuk menenangkan pikiran dan meneguhkan semangat kembali, ambil air wudlu dan sholat. Bersujud dan memohon diberikan kekuatan untuk menghadapi semuanya. Menyakinkan diri sendiri bahwa ini yang terbaik dari tuhanku, Allah SWT. Bahwa ini adalah takdirnya yang harus aku jalani dengan tegar. Setelah sholat, turun ke bawah dan keluar, menengok sinar matahari, berpikir bahwa aku masih dalam terang. Melihat keadaan sekitar yang sepi dan merenung bahwa aku sudah lebih dari 13 tahun tinggal di kota binong tercinta.
Terbayang masa kecil yang lugu, yang bisa tertawa lepas, tidur dengan nyenyak kapanpun, pikiran selalu senang, dan punya banyak waktu untuk bermain. Teringat tentang rascal, dan sudut-sudut sekitar tempat tinggal, yang dulu pernah menjadi tempat bercanda, melakukan permainan-permainan konyol seperti galaxyn, batu tujuh, maling-malingan dll. Pokoknya semua tentang RASCAL.
Kadang merasa kehilangan karena di umur yang semakin dewasa maka permainan-permainan itu sudah semakin jarang dimainkan. Terakhir aku bermain seperti itu ketika duduk dikelas 2 sma. Sekarang sudah tidak pernah, bahkan teman-teman yang dulu berjumlah sekitar 20an sekarang hanya tinggal 10an. Ada yang pindah keluar kota , ada yang pinah kompleks dan ada juga yang sudah bergabung dengan genk lain. Sekarang tidak tiap hari bermain, ada juga yang setiap malam masih suka nongkrong dirumah teman tapi gak semua, dan aku termasuk yang paling jarang karena harus mengerjakan skripsi. Sekarang yang kami lakukan hanya, berkumpul, ngobrol, kadang main catur, monopoli, kartu, atau cuma gitaran setelah itu pulang. Memang tidak bermanfaat, tapi kadang hal seperti itu yang bisa jadi obat penghilang jenuh karena itu adalah fakta bahwa aku tak sendiri di dunia ini. Masih ada teman-teman yang walau dengan hanya kehadirannya tapi sudah mampu menghibur hati. Terlebih temanku yang bernama eko, okta dan opung. Mereka seumuran dan yang paling konyol, aku sering sekali dibuat tertawa terbahak-bahak bila mereka semua sedang berkumpul. Tapi gak sering juga mereka bertiga bisa kumpul bareng, karena jadwal kerja mereka gak sama.
Mereka suka membuat bunyi-bunyian aneh, atau gerak-gerakan aneh, misalnya jalan seperti (maaf) orang kusta yang dibuat-buat. Salah satu kaki mereka tekuk kedalam, kemudian tangannya seperti meminta-minta namun kesamping, dan berjalan terseok-seok seperti meyeret kaki. Pokoknya bersikap seperti orang cacat mental gitu lah. Urat malu mereka sudah putus jadi dah gak peduli dengan situasi sekitar, dan itu membuatku selalu tertawa. Atau eko terkadang dengan sengaja mencubit betis okta sambil mengeluarkan bunyi binatang, maksudnya bersikap seakan-akan ada binatang yang megigit betis okta, dan okta pasti akan loncat kemudian pasang kuda-kuda untuk bersiap lari terbirit-birit, ha..ha... ini karena okta orang yang kagetan dan kagetannya parah banget. Jadilah eko dan okta suka saling mengisengi satu sama lain. Sedangkan opung, bisa aja ngeluarin ceng2an atau nama-nama tertentu yang super aneh, seperti kecoa bunting, dinosaurus kejepit, dll yang jarang banget aku dengar, pokoknya ada-ada aja deh. Nama aslinya deni tapi karena dia pernah ngontrak dikampung maka dipanggil bopung (bocah kampung) yang kemudian menjadi opung.
Sedangkan yang lain, seperti dimas dan denis, mereka orang yang enak di ajak curhat, umurnya cuma beda setaun lebih muda dari aku, jadi mereka yang paling nyambung klo ngobrol. Yah pokoknya setiap anggota RASCAL, punya keunikan masing-masing. Belakangan, karena sudah gak kerja, jadi makin punya banyak waktu untuk bisa nongkrong bareng mereka. Dan sudah beberapa malam kita selalu makan bersama, beli ketoprak bareng-bareng sambil makan bareng, gelar karpet dijalan, serasa tuh jalan punya kita. Jadi ada semacam slogan baru, bunyinya..
"mau gemuk? nongkrong ma nak RASCAL! Tiap malem makan terus'
Beneran, pokoknya ada aja yg dimakan, paling sering sih ketopraknya bang berry, tapi kadang bakso, nasgor atau tempe mendoan. Huh.. pokoknya RASCAL the best deh.... bangga aku jadi nak RASCAL...




.jpg)


